Coba bayangkan, saudara-saudara sekalian. Seorang ibu, dengan penuh pengorbanan mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan. Ia menahan sakit, mual, dan segala ketidaknyamanan. Kemudian, ia melahirkan kita dengan mempertaruhkan jiwanya. Setelah itu, ia menyusui, membersihkan kotoran kita, dan begadang di malam hari ketika kita sakit.
Hari ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan satu hal yang sangat penting, yaitu . contoh pidato berbakti kepada orang tua
Yang terhormat Bapak kepala sekolah, Bapak/Ibu guru yang mulia, serta teman-teman seperjuangan yang saya cintai. Coba bayangkan, saudara-saudara sekalian
Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Kemudian, ia melahirkan kita dengan mempertaruhkan jiwanya
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di sini dalam keadaan sehat.
Dalam ajaran agama Islam, perintah berbakti kepada orang tua (birrul walidain) seringkali disebutkan secara beriringan dengan perintah menyembah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 23, Allah berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”
Jangan sampai kita menyesal. Karena penyesalan anak yang durhaka datangnya ketika orang tua sudah tiada. Saat itu, tidak ada lagi kata “maaf” yang bisa kita sampaikan secara langsung.